BRAMANTYA’s center

research and personal web-pages

2010 in review

Posted by bramantya on January 2, 2011

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Read the rest of this entry »

Posted in intermezzo | Leave a Comment »

Road Map

Posted by bramantya on December 24, 2010

Melanjutkan kembali perjalanan yg panjang…

Tertarik...

Posted in Kisah Fluida | Leave a Comment »

Merapi 2010

Posted by bramantya on November 22, 2010

Posted in RENUNGAN | Leave a Comment »

Acknowledgements

Posted by bramantya on August 31, 2010

Another new journey just started, thank you all. Read the rest of this entry »

Posted in my Diary | 1 Comment »

Majalah GenKahfi

Posted by bramantya on August 12, 2010

Hanyalah dokumentasi pribadi belaka.

Majalah ini membidik segmen pembaca muda, terbit dari Indonesia timur, semoga bisa bermanfaat dan berkah bagi kita semua. Cek juga website-nya www.genkahfi.com

Read the rest of this entry »

Posted in my Diary | Leave a Comment »

kompor, wajan dan kerak

Posted by bramantya on July 19, 2010

Akhir pekan yang lalu saya bertekad dengan sepenuh hati untuk melaksanakan niat yang sudah lama saya pendam tak kunjung terlaksana. Sebuah niat yang sangat mulia, sangat bagus dan sangat bermanfaat terutama bagi keluarga sederhana seperti kami yang mempunyai anak kecil-kecil. Apalagi jika bukan tekad untuk merapikan rumah, beberes perabotan dan membersihkan bagian-bagiannya.

Ketika rumah menjadi berantakan, ketika kamar menjadi acak-acakan dan ketika perabotan menjadi kotor. Maka sejatinya itu adalah tanda kemanfaatannya, rumah berantakan karena dipakai untuk beraktifitas penghuninya, kamar menjadi acak-acakan karena sering digunakan dan perabot menjadi kotor karena ia telah memberikan fungsinya menjadi sebuah produktivitas. Beda dengan rumah dan perabotan yang selalu statis, hanya debu sajalah yang berkenan menghampirinya atau selalu tampak kinclong kemilau dan selalu baru karena memang tidak pernah digunakan.

Saya teringat kepada buku tulis anak saya yang berumur 3 th, lusuh, lecek, kusut, penuh tekukan dan coretan, bahkan hampir-hampir tidak bisa dikenali lagi bahwa itu sebentuk buku, namun herannya buku itu masih juga tersimpan di kotak mainan dan hampir selalu terjamah oleh tangan kecilnya. Ibunya bilang “itulah tanda kalau bukunya selalu terpakai” sambil senyum-senyum.

Tidak perlu kami urai betapa heroiknya kami (iya kami, saya, istri dan anak-anak) dalam usaha menata dan membersihkan rumah kontrakan mungil ini. Hanya saja dua perabot spesial itulah yang menggerakkan hati berbagi melalui tulisan ini. Apakah dua perabot special itu? Kompor dan wajan penggorengan.

itulah sebentuk kompor penuh kenangan

Read the rest of this entry »

Posted in RENUNGAN | Leave a Comment »

kunarsis…kueksis…[smoga tidak] norak abis…

Posted by bramantya on July 19, 2010

Pekan ini kami banyak [lebih dari 2] dihubungi oleh rekan wartawan dari tanah air, heran darimana mereka peroleh informasi tentang kami. Runut punya runut bermula dari expose pemberitaan dari AUN/Seed-Net yg memang rada terlambat. Lalu bergulir bak rambatan gelombang informasi sampailah kepada rekan-rekan wartawan tadi.

Untuk teman, kolega dan kerabat kami yang banyak penasaran, berikut kami bantu dengan link-link berikut:

(o) http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2856

(o) http://www.ugm.ac.id/en/?q=news/young-engineer-award-and-fujiwara-award

(o) http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2009/11/best-young-engineer-dari-indonesia

(o) http://kontakmediainfo.blogdetik.com/2010/07/18/ilmuwan-muda-ugm-raih-dua-award-prestisius-di-negeri-sakura/

(o) http://kampus.okezone.com/read/2010/07/15/373/353204/fujiwara-award-untuk-dosen-ugm

(o) http://rumahpengetahuan.web.id/ilmuwan-muda-ugm-raih-dua-award-prestisius-di-negeri-sakura/

(o) http://www.dnaberita.com/Eventnews_index.php?page=1&batas=20

(o) http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=145708

dan lain-lain, sebab dunia maya memang tidak mengenal sekat-sekat hingga memungkinkan replikasi berita/artikel sampai tak terbatas dan dalam bentuk yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

*  *  *

Khusus untuk rekan, kolega dan kerabat di tanah air yang OFFLINE (alias tidak terkoneksi internet) bisa menelusur pada Harian Bernas (14 Juli 2010) dan Jawa Pos (18 Juli 2010). Dan untuk dokumentasi pribadi, berikut kami turunkan kembali tulisan yg ada di Jawa Pos, dimana salah satu point korespondensi dengan wartawan: “kenapa masih tertarik dengan pemberitaan/prestasi yang faktanya terjadi setahun silam -2009- yang tentunya tidak terlalu up-to-date?”. Read the rest of this entry »

Posted in my Diary | 4 Comments »

Nikmatnya jadi manusia biasa

Posted by bramantya on June 28, 2010

Hari-hari ini semakin menyiratkan keinginan manusia untuk menjadi luar biasa. Kata “luar biasa”, atau lebih tepatnya teriakan luar biasa menjadi lebih kerap kita dengar. Bahkan dengan sedikit modifikasi menjadi “ruar biasa” atau “luar binasa”. Kalau mau sedikit diplesetkan menjadi “biasa di luar”.

Satu jabatan belumlah cukup, kalau perlu rangkap jabatan. Satu profesi tidaklah memenuhi, jika perlu lintas profesi yang tentusaja rangkap. Satu jatah tidaklah puas, perlu banyak jatah. Jika dalam hal rangkap-merangkap jatah-menjatah itu ditempuh dalam kerangka yang adil, professional dan sesuai kemampuan tidaklah menjadi soal. Yang menjadi soal adalah tatkala tergasaknya hak-hak orang lain secara wajar. Lebih tidak lucu lagi jika kemampuan multitasking itu hanyalah ilusi belaka, semua tidak pernah tertuntaskan dengan baik malah cenderung terbengkalai. Kelihatannya super sibuk kesana kemari, tapi apa sebenarnya yg dilakukannya.

Betapa merasa perlunya kita menjadi luar biasa hingga hal-hal yang dianggap biasa cenderung dipandang miring. Apa kerennya seorang pejabat publik ketahuan menjemur pakaian kotor anak istrinya, apalagi jika punya anak bayi. Betapa rasa mengenaskan seorang berpendidikan super tinggi hingga doktor – professor – spesialis kedapatan memasak makanan sehari-hari dirumahnya. Dan betapa merasa tidak populernya seorang publik figure menjahit sendiri pakaiannya yg sobek serta mengepel lantai rumahnya. Bahkan kalau perlu bersiasat menyamarkan diri tatkala menemani istri belanja di pasar atau sekedar menikmati warung di pinggir jalan. Yang rada pinter berdalih dengan minimnya lapangan pekerjaan, biarlah orang lain mengerjakan perkara sepele remeh temeh tsb, demi membantu mereka, begitulah benak orang-orang luar biasa.

Read the rest of this entry »

Posted in RENUNGAN | 2 Comments »

Satu jam sebelumnya…

Posted by bramantya on June 11, 2010

Seorang atlit yang hendak berlaga memerlukan peregangan otot sebelumnya, seorang sastrawan perlu merenung sejenak sebelum menuangkan karya sastranya, guru butuh persiapan mengajar sebelumnya, pegadang perlu mempersiapkan barang dagangannya sebelum pembeli berdatangan, murid perlu persiapan ketika menghadapi ujian, dan pekerja perlu menyiapkan perkerjaannya.

Bisa anda bayangkan jika semua itu tanpa persiapan. Atlit bisa cidera berbulan-bulan gara-gara cidera otot kurang pemanasan, karya sastra jadi hambar tiada rasa, pelajaran menjadi monster bagi murid, pelanggan dan pembeli dagangan pindah ke lain toko, ujian serasa dihimpit bumi seisinya, dan pekerjaan berubah menjadi umpatan, penambah rasa sakit di kepala dan juga di hati.

Ah, yang ringan-ringan sajalah. Saya perlu minum yang hangat-hangat, kadang teh kadang kopi, tidak jarang coklat dengan sedikit gula sambil mengunyah roti seadanya. Aktifitas itu dilakukan sambil kriyip-kriyip mengejap-ejapkan mata membiasakan diri dengan pencahayaan sembari mengingat-ingat dan merancang rangkaian aktifitas saya selama hari itu. “Mengumpulkan nyawa” kata sebagian orang. Tak jarang sampai 30 menit baru kemudian melanjutkan dengan bersiapan aktifitas sesungguhnya. Saya berasa tidak on-fire jika tidak melewati ritual menyeruput minuman hangat dan sedikit mengunyah makanan ringan itu.

Read the rest of this entry »

Posted in intermezzo | 1 Comment »

Lembayung jingga ujung senja

Posted by bramantya on May 17, 2010

Putri, kususuri lorong hati senja ini
tapaknya meliuk kesana kemari
jejaknya pasti dari sang pemberi

dua bulan telah pergi
dua mata hati bergelak silih berganti
dua insan pun memendam nyeri

Putri, paras elok nan suci
dipuja dan dinanti
datang seperti mimpi

sejumput salju sentak selimuti
gundah resah tiba hampiri
pergi seperti mimpi

Putri, lentera hari redup diri
bersimpuh lirih hariba ilahi
mengharap temu kembali

ah…ada sesuatu yang masih tak pasti
akhir perjalanan kekanan atau kekiri
itulah lembar perjalanan kami

Putri, daun keladi sebentuk jantung hati
licin kandungi lapis lilin sejati
menghias ruang memori

* * *

lembayung jingga ujung senja
lembut bayu sepoi menyapa
terisak pilu tiada air mata

[yagami tiga belas mei]

Posted in intermezzo | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.