
Produk kedirgantaraan dalam negeri
Inilah tokoh kedua yang saya janjikan di artikel sebelumnya. Masih mengusung tema yang sama yaitu kedirgantaraan. Tokoh kita kedua ini sekarang (07 November 2009) masih hidup. Sengaja saya ambilkan dari sosok yang masih berkiprah sampai saat ini, nafasnya masih panjang, keringatnya belum kering, pemikirannya masih terus berkembang, sumbangsih sarannya masih terus mengalir dan penanya belum tergantung. Agar kita semua bisa melihat dan meraba dengan indera normal, inilah sosok teladan yang saya cuplik kali ini, Bacharuddin Jusuf Habibie.
Jika Pak Nurtanio penuh dengan kisah heroik bernuansa fisik dan perjuangan pra-kemerdekaan, tangan beliau “kotor” berlepotan minyak pesawat hingga beliau menemui sang-maut saat menjajal sendiri pesawat rancangannya, sebuah kisah inspirasi tanpa mengenal kata menyerah. Maka Pak Habibie ini melukiskan nuansa yang lain, penuh kisah cerdas bernuansa high-tech, pondasi perjuangan beliau lalui berurut lengkap di bangku sekolah formal sampai jenjang tertinggi Doktor Ingenieur serta seabrek penghargaan akademis bergensi lainnya. Hingga saya rasa klop sudah menghadirkan kedua sosok tersebut, ibarat yin dan yang melahirkan keseimbangan modal kesuksesan.
Tentu saja penokohan kita ini terjauh dari perilaku kultus individu. Tiada manusia yang sempurna, hanyasaja sungguh bodoh dan picik jika kemudian mengabaikan keberadaan suri-tauladan sekaliber beliau. Sungguh banyak mutiara berkilau yang memancar dari sosok kita yang satu ini, terlebih dalam hal semangat ilmu pengetahuan dan teknologi. Beliaulah salah satu mercu suar yang dimiliki Bangsa Indonesia, semoga sinarnya makin terang dan mampu memandu generasi selanjutnya. Semoga beliau mendapatkan akhir penghidupan yang terbaik.
Seperti artikel yang lalu, saya cuplikkan sebuah tulisan karya orang lain dari sini:
Saya tidak perlu merepotkan diri mengumpulkan data detail tentang B.J. Habibie, selain faktor malas juga agar kita bisa menghargai karya orang lain, terlebih jika bisa mengembangkannya (heheheh…ngeles mode ON). Ya sudah selamat menikmati kisah tokoh kita kali ini…siapkan mental baca anda! Read the rest of this entry »

