Kepada yang meyakini bahwa ilmu yang bermanfaat adalah investasi tiada akhir (jariyah), maka artikel ini kami persembahkan.
Kepada yang mempercayai bahwa generasi hadapan harus lebih baik daripada kita, maka tulisan ini kami sampaikan.
Kepada para pendidik yang mempunyai kecemburuan mulia terhadap didikannya, maka rangkaian sentuhan tuts keyboard ini kami tuangkan.
* * *
Salwa -anak kami yang telah berumur 5 tahun- beberapa pekan yang lalu telah menamatkan proses belajar MEMBACA-nya. Prestasi itu sangat menggembirakan bagi kami –orang tuanya-. Terlebih sang pembimbing belajar alias guru adalah ibunya sendiri (ayah sih cuma kadang-kadang menyimak, “sak-upil” kata Salwa karena saking sedikit/kecilnya). Mungkin bagi orang lain, kemampuan membaca adalah hal yang biasa, wajar. Tapi tidak bagi kami, kami ingat dahulu bisa membaca di sekolah dasar (diatas 7 th), itupun disebuah suasana yang dikondusifkan sebagai tempat belajar yaitu sekolah dan ada guru formalnya.

buku Anis (anak Islam suka membaca) jilid 1-5, media pembelajaran home-schooling anak kami
Media ini adalah juga bentuk apresiasi saya pribadi terhadap sang istri -ibu dari Salwa- yang dengan segala apa yang ada padanya telah berhasil mengantarkan Salwa ke gerbang membaca, lalu perlahan membimbing untuk membukanya, hingga kemudian akhirnya mengiringi langkah-langkah Salwa selanjutnya di alam bacaan yang bermanfaat. Dan itulah amanah yang tidak boleh dianggap remeh. Mengiringi dan mengarahkan bacaan anak. Semoga Allah Ta’ala membimbing kita semua kepada kebaikan.





