BRAMANTYA’s center

research and personal web-pages

Archive for April, 2010

Suka Duka Singgah Di Negeri Orang (majalah el Fata)

Posted by bramantya on April 23, 2010

Suka Duka Singgah Di Negeri Asia Non-Muslim

Pengen keluar negeri? Pasti donk…

Siapa yang tidak pengen ke luar negeri? Melihat dunia luar, merasakan pengalaman seru ataupun sekedar jalan-jalan having fun. Tapi tunggu dulu, bayangan luar negeri yang serba maju dan serba teratur itu tidaklah seindah yang kita duga. Kita bisa saja cuek bebek fleksibel ngikut aturan setempat yang terkadang bertentangan dengan agama kita. Namun sebagai muslim yang (berusaha) baik, apakah kita rela begitu saja diatur-atur dengan aturan yang bertentangan dengan Syariat Robbul `Alamin?

cover-elfata-februari-2010

Berikut ini adalah pengalaman yang penulis rasakan sewaktu singgah di beberapa Negara yang notabene mayoritas penduduknya bukan Islam (negeri non-muslim). Saat ini cukup tiga Negara saja yah…

Negeri pertama yang akan kita ceritakan adalah Singapura. Dengan julukan Singa Asia, negeri yang satu ini ibarat pusat kemajuan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Siapa sangka, negeri kecil, sekecil Pulau Bali nan miskin sumber daya alam ini bisa menyulap negaranya menjadi maju dengan mengandalkan sumber daya manusia. Di sinilah kita harus sadar betapa pentingnya membangun sebuah sumber daya manusia yang tangguh. Makanya, siapkan dirimu sobat muslim muda sejak sekarang, jika kita ingin Islam berjaya.

Menginjakkan kaki di bandara internasional Changi, nuansa high-tech sudah bermula. Memasuki bagian imigrasi, dampak islam-phobia mulai terasa, orang-orang Islam kayaknya diperiksa lebih ketat dan lama deh. Penulis yang nama depannya “Muhammad” juga tak luput dari tatapan penuh selidik –walau mereka selalu senyum di bibir. Setelah ditanya berbagai hal mulai dari tujuan kedatangan, berapa lama, bersama siapa, akan tinggal dimana, dan seterusnya (yah, standard lah…) selesailah urusan imigrasi. Tapi kawan seperjalanan penulis kok nyangkut di bagian imigrasi, lama banget penulis menunggu. Selidik punya selidik, ternyata kawan tersebut mendapat perlakuan istimewa alias harus diperiksa super ketat gara-gara passportnya berasal dari Solo. Kota Solo telah di-blacklist oleh imigrasi Singapura karena diduga sebagai sarang teroris, wuih ngerinya, padahal majalah kesayangan kita ini berasal dari Solo, nah..loe. Tampang kawan penulis itu tidak sangar-sangar amat, tiada jenggot, namanyapun juga nama jawa yang bernuansa “O”. Yah begitulah dampak buruk akibat cara-cara (segelintir saudara kita) memperjuangkan Islam tidak sesuai tuntunan Nabi dan para salafush shalih. Read the rest of this entry »

Posted in my Diary | 2 Comments »

proud to be a muslim

Posted by bramantya on April 14, 2010

click here for listening the syair: proud to be a muslim:

Laa ilaaha illallaah Muhammad ur Rasoolullah

In the name of Allah the most merciful

I love Muhammad Mustafa (pbuh) than the whole wide world

Making partners with Allah is the greatest sin

I shall never ever worship anybody but Him

For my guidance I recite the holy Qur’an

Everyday I fast in the month of Ramadhan

When I meet my brothers and sisters each day

”As salaam u alaikum” (peace be upon you) is what I say

From my money I give some to those in need

to be grateful to Allah and to cure my greed

I always follow the Qur’an and the prophets way

“Insha Allah” (if Allah wills) I shall go for Hajj one day

Many messengers came to guide us along

to enjoin what is right and forbid what is wrong

All the prophets that were sent came to preach one thing

”There is no other gods but the King of kings”

Before I go to sleep I read the du’aa

”Allaahumma bismika amootu wa ahyaa”

When I wake up in the morning I praise Allah

”Al hamdu lillahillazee ah yaanaa”

I only love for my brother what I love for my self

Only Allah do I worship and ask Him for help

Everyday five times must I always pray

I am proud to be a Muslim now everyone say! Read the rest of this entry »

Posted in intermezzo | Leave a Comment »

Persaingan yang Indah

Posted by bramantya on April 12, 2010

Publikasi pertama ada di belajarislam[dot]com

“sebuah artikel mengantarkan Takbligh Akbar: Persatuan Islam yang akan diselenggarakan oleh DPC WI Yogyakarta, 18 April 2010″

Tidak saja di dunia bisnis dan selebritis, bahkan terjadi di kalangan aktivis

Kalau terjadi di dunia bisnis dan selebritis, kami bisa menahan tangis

Namun jika persaingan bengis di kalangan aktivis, hati kami sangatlah teriris

Persaingan adalah perihal bersaing (berlomba, atas-mengatasi, dahulu-mendahului –KBBI–). Muslim di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Jika merunut fakta sejarah, masyarakat Indonesia sudah terlalu lama mengenyam dan mengecap apa yang dikenal sebagai “devide-at-impera” beratus tahun lamanya, sehingga mindset “kompetisi”, semangat bersaing dalam berkehidupan sehari-hari secara turun menurun membekas di pola pikir sebagian masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam hingga hari ini.

Yang menyedihkan adalah tatkala konsep persaingan itu salah kaprah dipahami dan dipraktikkan oleh para pengusung Panji Islam, konsep “menang dan kalah” menjadi wajar diantara mereka. Saling sikut, saling jegal, saling hantam, hajar dan hajr adalah metode yang biasa bagi mereka, diluar kaidah amar ma’ruf nahi munkar. Sungguh mereka berilusi dengan perbaikan yang semu, bahkan kerusakan dan luka di hati telah terjadi.

Sahabat belajar Islam,

Tabligh Akbar, 18 April 2010, di Yogyakarta

Tema persaingan sengaja kami hadirkan disini, dengan maksud sedikit memberi respon atas acara yang akan digagas berupa Tabligh Akbar: Persatuan Islam (18 April 2010 di Yogyakarta), insya Allah. Kebalikan dari persatuan adalah perpecahan, sedang perpecahan mempunyai banyak sebab. Salah satu sebab perpecahan yang disana tersimpan “jerat-jerat halus” adalah adanya persaingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan telah terjadi di antara kita, sadar atau tidak sadar beberapa elemen Islam di Indonesia menampilkan adegan persaingan yang sengit. Bukan sesuatu yang tercela jika seseorang dibawah berkehendak menyusul saudaranya yang berada diatas, dalam segala bidang. Namun permasalahannya adalah bagaimana kita mengelola potensi persaingan itu menjadi positif, win-win solution, sama-sama menang yang tidak lain adalah konsep persaingan yang indah dalam Islam. Dan berikut inilah aroma persaingan yang disitir dalam Al Quran dan Hadits, kemudian diejawantahkan dipraktikkan oleh para sahabat Nabi yang mulia, radiyalahu’anhum ajma’in, kemudian para pendahulu kita yang shalih.

“mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mukminun:61)

“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan.” (QS. Al-Baqarah:148)

“laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)

Read the rest of this entry »

Posted in RENUNGAN | 3 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.