BRAMANTYA’s center

research and personal web-pages

Archive for March, 2010

“I wish my dream come true.”

Posted by bramantya on March 24, 2010

Message from AUN/SEED-Net Doctoral Student in Japan on the document of AUN/SEED-Net Annual Report 2008/09

My dream is to become the most useful people for others. Then I realized that I could not reach my dream without faith and useful knowledge. As much as you have useful knowledge, as much as you can contribute to people and community. Being an AUN/SEED-Net student means opportunities to be trained, to sharpen up abilities, to gain knowledge and to meet wonderful people around the world. It is also about trying novel things, crossing limitations, expanding perspectives, and gaining new relationship.

Through AUN/SEED-Net, I could study manufacturing engineering deeply for my master’s degree at UM. Knowledge of product design and manufacturing are in my hand right now, under supervision of Prof. Dr. Zahari Taha. My soft-skill on conducting research and experiment was sharpened up through interactions with students, researchers, experts and staff at Centre for Product Design and Manufacturing UM. Also, my personalities were well developed by making relations and interaction with social life among international community. My knowledge increased rapidly during two years in Malaysia.

Through AUN/SEED-Net again, I continued my doctoral study in mechanical engineering at Keio University. An intelligent material named magneto-rheological fluid becomes an object of my research under supervision of Prof. Dr. Tatsuo Sawada. No one in my country studied this before, so I would be the pioneer if I could finish my study and return to be lecturer and researcher. My first year in Japan was wonderful, a complex chemistry between schools, academic, culture and social life. Despite two more challenging years, I wish my dream come true. Thanks to God, AUN/SEED-Net, UM, and Keio University for everything given to me. Read the rest of this entry »

Posted in my Diary | Leave a Comment »

Ketika Kakak Bertanya Kemana Adiknya…

Posted by bramantya on March 20, 2010

Sepekan lebih dia yang belum sempat terdengar tangisnya pergi meninggalkan kami. Luapan emosipun terkadang masih sering menggelora, meski riaknya makin terkendali, kemudian perlahan mengendap di dalam hati.

“Ayah, dedek bayinya mana?” (Salwa @5th)

“Buk, adek bayi yang diperut kok sudah nggak ada?” (Salman @3th)

Itulah sepenggal pertanyaan yang sesekali keluar dari mulut mungil kedua anak kami (Salwa dan Salman). Dan dengan spontan kami merangkai jawabnya:

Kemaren pas ibu di rumah sakit, adik bayinya sudah ‘keluar’ (kata ‘keluar’ kami pakai sebagai pengganti kata ‘meninggal’, karena demikianlah keadaannya dimana ruh/nyawa itu keluar dari jazadnya), trus sama malaikat dibawa ke Sorga. Jadi adik bayinya tidak pulang ke rumah, adik bayinya bobok di Sorga, maen sama teman-temannya

Demikianlah rangkaian jawaban yang kami berikan kepada kedua anak kami yang masih seusia balita. Bukan tanpa alasan kami merangkai jawaban seperti itu, karena secara sekilas kami pernah menerima ilmu tentang hal tsb. Read the rest of this entry »

Posted in Family | 1 Comment »

Di Yamanashi Buah Hati Berkulminasi

Posted by bramantya on March 14, 2010

Berasal dari tanah

Dan akan kembali ke tanah

Istriku, ayah (sebutan kebiasanmu untukku, adopsi bahasa anak-anak) sudah pulang dari tanah pemakaman tempat jazad buah hati kita yang ketiga dikebumikan. Sore dan malam ini terasa makin dingin, disana salju masih menyelimuti daerah sekitar pemakaman. Bila melihat salju, ayah teringat penggalan doa iftitah diawal shalat kita (Ya Allah bersihkanlah dosa/kesalahan kami dengan air dan Salju dan embun), semoga demikian adanya.

liang lahat

papan nama areal pemakaman muslim. telah ada sekitar 50th yang lalu

pemandangan sekitar. mentari mulai terbenam seiring prosesi pemakaman

Read the rest of this entry »

Posted in Family | 21 Comments »

“ing ngarso sung tuladha” (kliping berita Media Indonesia & Majalah Gatra)

Posted by bramantya on March 3, 2010

ing ngarso sung tuladha

ing madya mangun karsa

tut wuri handayani

Diatas adalah slogan yang kita ketahui berasal dari Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara (Soewardi Soerjaningrat). Jika anda masih belum berhasil mengingat beliau yang satu ini, silakan menengok lembaran uang Rupiah 20ribu! Gimana? Sudah nyambung? (hehehe…). Beliau memiliki karya monumental yang membuat Indonesia sangat menghargainya, yaitu pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Bicara soal lembaran uang, apa sih visualisasi yang tergambar pada pecahan tertinggi di uang Indonesia? (Soekarno-Hatta betul?). Beda dengan Jepang yg menempatkan visualisasi Tokoh Pendidikan dalam lembaran pecahan uang terbesarnya (10,000 yen), yaitu Yukichi Fukuzawa. Silakan merenungkan sedikit…

Kembali ke slogan yang menjadi judul artikel ini “ing ngarso sung tuladha” (di depan memberi keteladanan). Dan karena berasal dari bahasa Jawa, sekalianlah saya artikan intinya: “ing madya mangun karsa” (=di tengah membangun semangat), “tut wuri handayani” (=di belakang mendukung). Ada rasa bahasa yang hilang sebenarnya disana, tapi minimal itulah artinya. Anyway, itulah yang ingin saya angkat kali ini “memberi keteladanan”. Sebagai pribadi yang berusaha untuk baik, maka saya ingin memainkan ketiga posisi tsb secara baik, di depan-tengah-belakang. Ada saatnya kita di depan, maka berikanlah keteladanan yang baik (optimal). Saat di tengah, berusahalah membaur, cair, dengan tujuan menumbuhkan semangat kebaikan, nyalakan semangat orang-orang di tengah-tengah anda. Dan ketika di belakang, berusahalah mendukung dan mengayomi. Jangan sampai ketika di depan, kita malah bersikap seperti orang belakang, kacau-lucu-dan gak pas banget, begitu sebaliknya dan kombinasinya. Ketiga rangkaian filosofi itu sangat luas untuk dijabarkan. Silakan menggali lebih dalam lagi…

Sekarang saatnya to the point, saya pengin share info sekaligus narsis, agar jiwa-jiwa yang menyimpan semangat dan kecemburuan itu segera bergerak. Saya yakin jumlah mereka sangat banyak dan kualitasnya jauh lebih baik di atas saya. Yaitu dengan dua buah pemberitaan di Media Nasional tanah air. Pertama di Media Indonesia 12 Feb. 2010, kedua di Majalah Gatra 24 Feb. 2010 (saya sebut sesuai urutan publikasinya). Media Indonesia menempatkannya dalam 40 sosok terpilih, Majalah Gatra menyelipkannya (2 hal penuh) sebagai Ikon. Selamat menyimak… Read the rest of this entry »

Posted in Kisah Fluida, my Diary | 7 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.