BRAMANTYA’s center

research and personal web-pages

EXILIM Pro EX-F1 cihuuy…

Posted by bramantya on October 7, 2009

ex-f1

Tahun ini grup riset kami (saya sebagai leader) merambah area baru, yaitu mempelajari shock-effect pada functional magnetic fluid (perkenalan kepada fluida ini saya urai di artikel sebelumnya). Ide nya berasal dari seberapa besar efek redam dari fluida pintar ini terhadap impact/shock force (beban kejut). Aplikasi futuristiknya di arena militer sebagai baju anti peluru yang nyaman, hehehe…kok bisa? Begini critanya.

Sudah diketahui bahwa functional magnetic fluid mempunyai efek peredam. Lha kalo efek peredalam ini diperbesar, bisa menahan proyektil peluru sekalipun (mungkinkah?, saya harap begitu). Bayangan mudahnya, coba anda bayangkan segelas air kemudian anda celupkan sebutir kelereng, maka perlahan (atau cepat ?) kelereng itu akan turun ke bawah. Lalu alihkan bayangan anda, kini ganti segelas air dengan segelas functional magnetic fluid (misal, magnetorheological fuid – fluida magnet-reologi –), lalu kelereng diganti dengan kelereng dari besi. Maka berdasarkan eksperimen, kelereng besi itu akan terhenti ditengah-tengah fluida magnet-reologi ketika dikenai medan magnet. Dan jika medan magnet diperbesar, fluida magnet-reologi berubah menjadi padatan (solid), yang dimungkinkan laju pesat pucuk oyektil peluru-pun mampu tertahan di dalamnya. Selipkan saja cairan pintar itu dibaju sembari menambah aksesoris pembangkit medan magnet, jadilah baju tahan peluru. Huebat bukan?

Itulah ide muluk-muluknya, lalu untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian experimen sebagai kajian empirik, berhelai lembar penurunan rumus sampai rambut “keriting dan rontok” sebagai kajian analitis dan sekian deret coding yang kadang bikin “muntah” jika pengen melengkapi dengan kajian numerik. Ih…ngeri…! Ya iyalah, itulah harga teknologi dan pengetahuan yang terkadang harus dibayar oleh penemu dan penelitinya. Tapi yang melewati dengan tahap itu “baik-baik saja” juga banyak, bahkan lebih banyak :) .

Eniwey, itulah road-map yang ingin kami jalankan. Walau entah kapan waktu selesainya, yang penting harus dimulai. Kapan mau selesai jika tidak ingin memulai. Lari cepat puluhan kilometer tidak akan tercapai tanpa langkah pertama.

Untuk itu kami mulai dari hal yg sepele ringan-ringan dahulu. Yaitu kajian eksperimen, secara kemampuan analitik dan numerik saya rada payah, eh payah banget…hehehe. Mempelajari sifat-sifat fluida magnet-reologi dalam sebuah pipa U, satu sisinya dijatuhi sebuah massa lalu mengamati sisi lainnya, sambil memperkerjakan medan magnet pada sebuah area tertentu di pipa U tersebut. Detail eksperimennya ntar diceritakan lagi kemudian (jika sempat).

Lha…untuk melengkapi eksperimen tsb diperlukan yang namanya high-speed kamera. Berhubung lab kami tidak punya, kalau belipun mahal, pinjam menjadi alternatif terbaik. Singkat cerita dapatlah si-dia dari laboratorium sebelah. Sedemikian cepat dan begitu mudahnya urusan pinjam meminjam alat seharga puluhan juta rupiah tersebut disebabkan high-trust-society yang terbentuk dilingkungan masyarakat disini (coba kalo di republik kita…gak komentar ah…)

Dan kaitan judul dengan isi artikel ini bermula dari sini. High-speed kamera itu bertipe EXILIM Pro EX-F1 produksi Casio. Inilah cuplikan penjelasan dari si-empunya yang bergaya marketing:

“The 1200 frame-per-second (maximum) High-speed Movie capabilities of the EX-F1 makes digital imaging more fun than ever before. This means that you can easily shoot ultra slow-motion movies at speeds that have until now been available only on professional level cameras. Not only does this provide you with a tool for capturing dramatic moments not visible to the naked eye with amazing clarity, it also lets you collect valuable visual information for sport technique analysis, scientific experiments, nature studies, and much more.”

1200 fps bo.., untuk ukuran kamera yang trendy (kata trendy bermaksud membedakan dengan kamera khusus penelitian lab yg advance berfitur huebat seharga ratusan juta rupiah) cukuplah buat eksperimen awal kami. Yang berarti ada 1200 frame gambar dalam satu detiknya, alias jarak antar frame gambar satu dengan berikutnya selama 0.833 mikro-detik. Siiip.

Nah sebagai bukti visualnya, saya sharing sebuah link berisi rekaman video hasil bidikan kamera ini:

http://www.exilim.com/intl/ex_f1/mov07.html

Jika anda ceklik link tsb, anda akan melihat kasus balon berisi air yang dijoblos (bukan dicontreng, hehehe). Dinamika partikel air dalam balon setelah dicoblos teramati dengan jelas pada rate 1200 fps. Indah bukan? Itulah “the beauty of technology“.

1

Saat ini saya (eh.. kami) baru sebatas mengeksplore kemampuan EXILIM Pro EX-F1 itu. Sembari membiasakan jari jemari mengoperasikannya, juga mempersiapkan eksperimen set-up nya. Mudah-mudahan berhasil alias ada hasil/results yang bisa dikaji terkait penelitian kami. Dan semoga saya sempat dan mau berbagi dengan anda lagi dalam sebuah artikel ringan seperti ini (penginnya sih dalam bentuk jurnal -artikel ilmiah-, tapi kok membosankan ya?).

Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>