Deret Selebritis Fluid Mechanics
Posted by bramantya on May 27, 2009
Setiap cerita punya asal, dan inilah cerita tentang mekanika fluida:
Bermula dari Archmides jauh sebelum tahun masehi…menghadapi masalah pelik dari Sang Raja kemudian menghempaskan diri dalam bak air…tiba-tiba “eureka! eureka!…” dia berteriak seperti anak menemukan mainannya yg hilang lalu tak sadar berlari tanpa sehelai kainpun menempel ditubuhnya di sepanjang jalan Syracuse…ingin segera melaporkan temuannya kepada Sang Raja…
Leornado yang terkenal…bukan diCaprio lho…DaVinci ini. Dia tak sekedar melukis si senyum misterius Mona, tapi dia mempelajari fenomena fluid transport.
Lalu Pak Pascal dengan tangkasnya mengurai konsep dasar pressure transmibility. Anda melihat langsung cara kerja Barometer? Pak Pascal hanya sekedar membayangkannya, lalu jadilah ilmu.
Datanglah yang kemudian, ilmuwan tak kalah hebatnya Sir Isaac Newton, sang matematikawan jenius. Kejeniusannya turut menyumbang perkembangan ilmu fluid mechanics. Sebutan fluida Newtonian adalah bentuk penghormatan atas kerjanya pada tegangan geser yang setara dengan viskositas (yg konstan) terhadap dv/dy. Kerja lainnya tidak terlalu sukses, misal penelitiannya tentang drag yang tak kunjung bermanfaat, atau anggapannya bahwa ia telah mengetahui kecepatan suara dalam media…yah cukup sekedar menyumbang 20% lah,hehehe..
Disana ada lagi deretan artis fluida: Pitot dengan pipa indahnya yg mampu mengukur seberapa cepat pesawat terbang melintas, Poiseuille, d`Alembert, Lagrange, dan Venturi dengan cekikannya, fluida mengalir lebih tergesa-gesa…
Fiuh…pahlawan peneruspun berdatangan. Kata “hydrodymanics”pun dipopulerkan oleh Daniel Bernoulli. Bakalan berjilid-jilid jika kita mau menguraikan si Bernoulli ini. Kenapa Bernoulli sangat popular, hingga setiap mahasiswa fluid mechanics selalu terngiang? Padahal dia datang dari keluarga ilmuwan, ayahnya Johan, sepupunya Jacob dan saudaranyaNicolaus? O…ternyata keberhasilan Bernoulli dalam menyingkap tabir fluid flow, bagaimana dia menghubungkan pressure, velocity, juga density. Dia juga menemukan manometer, bahkan mengusulkan konsep fantastis: penggunaan jet.
Cerita tak habis sampai disini, masih ada goresan tinta emas dari Laplace, Navier dan Stokes. Tahukah anda pakar matematik Leonard Euler? Yang tak akan lepas namanya dari persamaan dasar fluida non-viscous. Yang juga menurunkan persamaan kontinyuitas. Yang dengan indahnya mempublish penurunan persamaan momentum yang terkenal itu.
Jika anda melihat grafik fluida nan apik, ingatkah anda pada Moody, Weisbach dan Darcy? Lalu Mach setelah beliau mempelajari shock waves.
Deretan nama masih banyak mengantri. Inilah Rayleigh yang meneliti pergerakan gelombang dan jet instability. Bagaimana gelembung pecah dan dynamic similarity. Rayleigh pula yang bisa menjawab –secara ilmiah- Kenapa langit biru? (kecuali kalo pas hujan atau tak cerah). Ini pula Osborne Reynolds, dengan bilangannya yang terkenal. Dia juga yang meneliti cavitasi, aliran viscous dan resistansi pipa.
Boundary layer, siapa pula yang mengenalkannya hingga dapat menyeselaikan sekian banyak persoalan? Inilah sang pemain utamanya, Prandtl, hingga ilmuwan kini menyebutnya Bapak Modern Fluid Mechanics, wow… Semua itu disebabkan pada masanya, ya…bayangkan pada masa Prandtl, menguraikan tentang Lift and Drag pada sayap dengan bentangan terbatas. Mungkin jika konsep ini belum terurai, Wright bersaudara belum mencoba terbang, dan penemuan peswat terbangpun akan mundur sekian dekade.
Hmm…daftar list yang panjang inipun harus saya akhiri. Tapi list itu akan terus bertambah…dan terus menyisakan kisah-kisah hebat lainnya. Bahkan sampai ke masa kita…abad 21.
MUNGKIN NAMA ANDA YANG AKAN TERTULIS DALAM LIST BERIKUTNYA…..
Archimedes (287-212 B.C.); Sextus Julius Frontinus (40-103 B.C.); Leonardo daVinci (1452-1519); Galileo Galilei (1564-1642); Evangelista Torricelli (1608-1647); Edme Mariotte (1620-1684); Blaise Pascal (1623-1662); Sir Isaac Newton (1642-1727); Henri de Pitot (1695-1771); Daniel Bernoulli (1700-1782); Leonard Euler (1707-1783); Jean de Rond d’Alembert (1717-1783); Antoine Chezy (1718-1798); Jean Charles Borda (1733-1799); Joseph-Louis Lagrange (1736-1813); Giovanni Battista Venturi (1746-1822); Pierre-Simon Laplace (1749-1827); Claude Louis Marie Navier (1785-1836); Augustin Louis de Cauchy (1789-1857); Gotthilf H. Ludwig Hagen (1797-1884); Jean Louis Poiseuille (1799-1869); Henri Philibert Darcy (1803-1858); Julius Weisbach (1806-1871); William Froude (1810-1879); Robert Manning (1816-1897); George Gabriel Stokes (1819-1903); Ernst Mach (1838-1916); Osborne Reynolds (1842-1912); Lord Rayleigh [John William Strutt] (1842-1919); Vincez Strouhal (1850-1922); Edgar Buckingham (1867-1940); Moritz Weber (1871-1951); Ludwig Prandtl (1875-1953); Lewis Ferry Moody (1880-1953); Theodor von Karman (1881-1963); Paul Richard Heinrich Blasius (1883-1970); ….. …….
salam hormat teruntuk para pendahulu tersebut …
Yokohama, 27 May 2009
Muhammad Agung Bramantya (1981 – …)
(inspirasi dan refernsi dari “the turbulent history of fluid mechanics” by Naomi Tsafnat)

reza said
Salam.
saya reza dari malaysia. Blog ini banyak informasi. saya juga ada blog yg sediakan penyelesaian masalah dalam mekanikal engineering. lawatilah blog saya
bramantya said
wa’alaikum salam…
saya sudah layari blog-nya…nice blog…so academic point of view…
salam kenal,
Bramantya
Yossie S J said
Assalamu’alaikum,
Ini Yossie temen eks FDT II Unocal. Ngomong-ngomong kapan selesai S-3 nya?
bramantya said
wa’alaikum salam
iya…FDT II penuh kenangan awal karier sy.
InsyaAlloh 2011 balik Indonesia
Tokoh Dirgantara Nusantara: Nurtanio Pringgoadisuryo « BRAMANTYA’s center said
[...] November 7, 2009 Tempo hari pernah saya sampaikan “deret selebritis fluid mechanics” disini. Hari ini saya ingin mengulas dua tokoh nasional di bidang dirgantara Indonesia. Kenapa Tokoh [...]