Setiap cerita punya asal, dan inilah cerita tentang mekanika fluida:
Bermula dari Archmides jauh sebelum tahun masehi…menghadapi masalah pelik dari Sang Raja kemudian menghempaskan diri dalam bak air…tiba-tiba “eureka! eureka!…” dia berteriak seperti anak menemukan mainannya yg hilang lalu tak sadar berlari tanpa sehelai kainpun menempel ditubuhnya di sepanjang jalan Syracuse…ingin segera melaporkan temuannya kepada Sang Raja…
Leornado yang terkenal…bukan diCaprio lho…DaVinci ini. Dia tak sekedar melukis si senyum misterius Mona, tapi dia mempelajari fenomena fluid transport.
Lalu Pak Pascal dengan tangkasnya mengurai konsep dasar pressure transmibility. Anda melihat langsung cara kerja Barometer? Pak Pascal hanya sekedar membayangkannya, lalu jadilah ilmu.
Datanglah yang kemudian, ilmuwan tak kalah hebatnya Sir Isaac Newton, sang matematikawan jenius. Kejeniusannya turut menyumbang perkembangan ilmu fluid mechanics. Sebutan fluida Newtonian adalah bentuk penghormatan atas kerjanya pada tegangan geser yang setara dengan viskositas (yg konstan) terhadap dv/dy. Kerja lainnya tidak terlalu sukses, misal penelitiannya tentang drag yang tak kunjung bermanfaat, atau anggapannya bahwa ia telah mengetahui kecepatan suara dalam media…yah cukup sekedar menyumbang 20% lah,hehehe.. Read the rest of this entry »

