BRAMANTYA’s center

research and personal web-pages

Belajar menjadi ORANG tua

Posted by bramantya on November 30, 2008

Terhenyak mendengar penjelasan Kalamullah berikut, tentang pengaruh anak kepada orang tuanya, juga pengaruh orang tua kepada anaknya. Ayat 80 dalam Qur’an Surat Al Kahfi menyitir kekhawatiran Nabi Khidir ‘Alaihissalam tentang pengaruh buruk si anak kepada kedua orang tuanya. Subhanallah… Dengan indikasi inilah si anak dibunuh (tentu saja setelah mendapat wahyu dari Alloh ‘Azza wa Jalla)

80.  Dan adapun anak muda itu, Maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

Kemudian ayat berikutnya menyitir tentang dua anak yatim yang memiliki ayah (orang tua) yang shalih. Dengan indikasi keshalihan orang tua inilah Nabi Khidir ‘Alaihissalam bertindak menegakkan/memperbaiki dinding yang hampir roboh dikarenakan adanya harta simpanannya, Subhanallah…

82.  Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah Aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Siapapun kita hendaknya jeli dan bijak memetik hikmah pelajaran diatas

Jika kita sebagai ANAK…agar jangan menjadi anak yang tholeh (tidak shaleh) yang efeknya bisa merembet ke orang tua kita, yang sangat kita cintai.

Jika kita sebagai ORANG TUA…jadilah orang tua yang shalih dan taat, mudah-mudahan Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjaga anak-anak kita, dikarenakan keshalihan si orang tua.

Kemudian, apakah doa andalan bagi para orang tua?

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun, waj’alna lil muttaqina imama…

Ya Rabb kami, karuniakan kepada kami istri-istri dan keturunan sebagai menyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa…

Subhanallah…inilah impian tertinggi seorang muslim, cita-cita yang luar biasa seorang tua, inilah uluwwul himmah-nya mukmin sejati: menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa… Tidak sekedar menjadi individu taqwa, tapi pemimpinya….Inilah cita rasa doa yang Alloh ajarkan, sebagaimana doa anjuran Nabi: “Jika kalian meminta sorga, mintalah sorga yang paling tinggi…”

Namun, untuk meraih semua itu, terdapat medan juang yang tak pernah sepi dari godaan dan cobaan, medan penempaan diri yang dasyat mengalahkan “candradimuka”, medan luas tak bertepi panjang tak terhingga. Yang terangkum di dalamnya: iman, ilmu, amal, dakwah dan sabar dengan Al Qur’an dan Hadits Nabi yg Shahih sejalan para pendahulu kita yg shalih.

Demikianlah Alloh dan RasulNYA mendidik dan mentarbiyah para anak dan orang tua. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari sehelai tulisan yang sempit ini.

Advertisement

2 Responses to “Belajar menjadi ORANG tua”

  1. ahabasgar said

    subhanalloh, nice post… thanks

    salam kenal ya…

  2. nisa said

    ya.. sama2 belajar..^_^
    belajar untuk menjadi orang tua yg baik bagi anak..
    tapi gimana ya.. untuk seorang ibu yg bekerja,
    blum bisa maksimal mengasuh dan mengasah(mendidik)anak..
    mungkin asih ( kasih sayang/mengasihi-nya) masih bisa..

    inilah problem wanita bekerja ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.