terbanglah “SALWA” burung kecilku
Posted by bramantya on June 15, 2007
Anakku SALWA
Hmm…
Kata SALWA secara spontan diusulkan oleh istriku saat kelahiran anak pertama kami di RS Sardjito tanggal 27 Oktober 2004 yg “ternyata” perempuan. Kenapa saya sebut “ternyata”, sebab prediksi dokter dan orang-orang sekitar kami bahwa bayi itu nantinya berjenis kelamin laki-laki. Lucu memang saat pertama kali mengetahui bahwa dia perempuan, syukur, haru, senang dan… terkejut. Itulah salah satu rahasia ALLAH.
Kesan pertamaku spontan saat itu adalah: nama yg indah, kuingat tersebut dalam alQur’an sebagai anugerah kenikmatan (makanan) dari Allah ‘Azza wa Jall yg khusus bagi Bani Israil, berupa sebangsa burung. Dan kata istriku, nama itu berkesan karena pengalaman dia di masa kecil yg tak perlu saya ceritakan disini. Pokoknya sangat berkesan deh.
Saat itu…
Adalah bulan Ramadhan penuh berkah. Suatu siang sang istri sudah ada feeling akan melahirkan, tapi masih ragu, maklum baru pengalaman pertama (saat itu adalah masa ujian bagi S2 yg aku tempuh di UGM). Namun selepas shalat ashar, perasaan dan kontraksi itu semakin sering dan teratur. Maka bergegaslah saya bawa dia ke RS Sardjito seperti yg sudah kami rencanakan, naik sepeda motor dan tidak membawa perbekalan lagi (karena kami pikir orang tua kami bisa diandalkan). Dan memang beliau menyusul untuk mengantarkan tas koper perbekalan yg sudah kami persiapkan.
Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, bukaan demi bukaan dilalui sang istri secara wajar. Saat itu persaan kami penuh berkecamuk, deg..deg-an. Dan saat berbuka puasapun tiba. Hmm…komentar perawatnya : “wah bayinya nunggu buka puasa ya!”. Namun perasaan kami masih tak karuan, hanya dengan seteguk air putih saya batalkan puasa saya dan terus tetap mendampingi istri tercinta.
Akhirnya…
Menjelang Isya’…setelah melalui proses mengejan beberapa kali, terlahirlah sang bayi. Namun belum terdengar tangis saat itu juga, baru beberapa saat setelah saluran pernafasan dan kerongkongan dia dibersihkan, dari kejauhan kami dengar tangisnya yg masih lemah…alhamdulillahi ‘ala kulli hal.
Inilah berkah di bulan Ramadhan.
Belakangan, saya kaji nama salwa, dan kata “salwa” terdapat Allah sebut dalam Kalam-NYA empat kali dalam empat tempat. Yaitu Al-Baqarah 57, Al-A’raf 160, Thaha 80 dan Dukhan 33. Yang dalam terjemahan Depag RI diartikan sebagai “burung sebangsa puyuh”. Namun dalam kamus ada arti yang lain, SALWA berarti “madu, manisan, burung puyuh”. Dan memang dalam penggandengan kata “manna wa salwa” dalam Al Qur’an adalah berita tentang dianugerahinya Bani Israil dengan kedua nikmat khusus tersebut.
Ya…SALWA adalah anugerah kenikmatan yg special bagi kami, dialah anak pertama kami, buah hati kami. Semoga kami dapat menjaga amanah ini. Membimbing dia menjadi Muslimah Shalihah. Ya Allah…..mudahkanlah, amin.
*
Kuala Lumpur, 15 june 2007
Bramantya
yg semoga Allah memberinya kemudahan menjadi ayah yg baik

budi said
selamat atas kelahirannya,
sekarang Salwa sudah bisa ngapain?
salam dari kami
BRAM's comment: said
terimakasih.
sekarang (june 2007) salwa sudah 2 tahun 8 bulan, Salwa sudah bisa lari-lari, berhitung dan…dandan.
Salam balik dari kami
“assalamu’alaikum…”